Blog

  • Momen Menegangkan Helikopter Polri Terbang Rendah Berhasil Drop Bantuan ke Aceh Tamiang

    Momen Menegangkan Helikopter Polri Terbang Rendah Berhasil Drop Bantuan ke Aceh Tamiang

     

    Kondisi terkini di Aceh Tamiang menunjukan lokasi terdampak yang layak untuk dilakukan pendaratan helikopter untuk droping logistik sangat minim. Sebab, genangan air banjir bandang masih menggenangi sebagian besar daratan.

    “Tidak ada tempat aman untuk melakukan droping bantuan. Seluruh area tergenang, lahan kosong berubah menjadi arus deras, dan titik-titik evakuasi tak lagi dapat dijangkau,” ungkap Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, Sabtu (6/12/25).

    Menurut Kadivhumas Polri, bantuan logistik yang dikirimkan ini akhirnya sampai di Aceh Tamiang dengan dropping penuh risiko. Namun, semua dilakukan demi penanganan masyarakat terdampak yang tetap harus terpenuhi kebutuhannya.

    Pengiriman dilakukan dengan helikopter beserta empat personel, yakni AKBP Dian Didik Arvianto selaku pilot, IPTU Vidya H. Mangundjaya selaku Copilot, Aipda Sanioko, dan Bripka Kukuh Wahyu.

    “Dalam kondisi itu, pilot Kepolisian Udara harus mengambil keputusan cepat. Di tengah hembusan angin kencang dan jarak pandang terbatas, ia memilih satu-satunya titik yang memungkinkan—sebuah lokasi sempit yang sebenarnya sangat berisiko, namun menjadi harapan terakhir bagi warga yang menunggu pertolongan,” jelas Kadivhumas Polri.

    Ditambahkan Kadivhumas Polri, masyarakat lagsung menghampiri helikopter milik Poludara Baharkam Polri yang melakukan dropping bantuan. Bantuan ini akan disalurkan kembali secara bertahap meski pengiriman menemui berbagai tantangan.

    “Dengan manuver presisi, helikopter ditahan pada ketinggian rendah. Awak udara bersiaga, memastikan paket-paket bantuan jatuh tepat sasaran tanpa membahayakan warga. Keputusan ini bukan tanpa bahaya. Tapi demi saudara-saudara kita yang bertahan di tengah banjir Aceh Tamiang, resiko itu harus diambil. Karena di momen genting seperti ini, keselamatan banyak jiwa jauh lebih penting dari apapun,” ujar Kadivhumas Polri.

  • Momen Helikopter Polri Terbang Rendah untuk Drop Logistik di Aceh Tamiang

    Momen Helikopter Polri Terbang Rendah untuk Drop Logistik di Aceh Tamiang

     

    Kondisi terkini di Aceh Tamiang menunjukan lokasi terdampak yang layak untuk dilakukan pendaratan helikopter untuk droping logistik sangat minim. Sebab, genangan air banjir bandang masih menggenangi sebagian besar daratan.

    “Tidak ada tempat aman untuk melakukan droping bantuan. Seluruh area tergenang, lahan kosong berubah menjadi arus deras, dan titik-titik evakuasi tak lagi dapat dijangkau,” ungkap Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, Sabtu (6/12/25).

    Menurut Kadivhumas Polri, bantuan logistik yang dikirimkan ini akhirnya sampai di Aceh Tamiang dengan dropping penuh risiko. Namun, semua dilakukan demi penanganan masyarakat terdampak yang tetap harus terpenuhi kebutuhannya.

    Pengiriman dilakukan dengan helikopter beserta empat personel, yakni AKBP Dian Didik Arvianto selaku pilot, IPTU Vidya H. Mangundjaya selaku Copilot, Aipda Sanioko, dan Bripka Kukuh Wahyu.

    “Dalam kondisi itu, pilot Kepolisian Udara harus mengambil keputusan cepat. Di tengah hembusan angin kencang dan jarak pandang terbatas, ia memilih satu-satunya titik yang memungkinkan—sebuah lokasi sempit yang sebenarnya sangat berisiko, namun menjadi harapan terakhir bagi warga yang menunggu pertolongan,” jelas Kadivhumas Polri.

    Ditambahkan Kadivhumas Polri, masyarakat lagsung menghampiri helikopter milik Poludara Baharkam Polri yang melakukan dropping bantuan. Bantuan ini akan disalurkan kembali secara bertahap meski pengiriman menemui berbagai tantangan.

    “Dengan manuver presisi, helikopter ditahan pada ketinggian rendah. Awak udara bersiaga, memastikan paket-paket bantuan jatuh tepat sasaran tanpa membahayakan warga. Keputusan ini bukan tanpa bahaya. Tapi demi saudara-saudara kita yang bertahan di tengah banjir Aceh Tamiang, resiko itu harus diambil. Karena di momen genting seperti ini, keselamatan banyak jiwa jauh lebih penting dari apapun,” ujar Kadivhumas Polri.

  • Misi Berisiko dengan Taruhan Nyawa, Helikopter Polri Nekat Dropping Logistik ke Aceh Tamiang

    Misi Berisiko dengan Taruhan Nyawa, Helikopter Polri Nekat Dropping Logistik ke Aceh Tamiang

     

    Kondisi terkini di Aceh Tamiang menunjukan lokasi terdampak yang layak untuk dilakukan pendaratan helikopter untuk droping logistik sangat minim. Sebab, genangan air banjir bandang masih menggenangi sebagian besar daratan.

    “Tidak ada tempat aman untuk melakukan droping bantuan. Seluruh area tergenang, lahan kosong berubah menjadi arus deras, dan titik-titik evakuasi tak lagi dapat dijangkau,” ungkap Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, Sabtu (6/12/25).

    Menurut Kadivhumas Polri, bantuan logistik yang dikirimkan ini akhirnya sampai di Aceh Tamiang dengan dropping penuh risiko. Namun, semua dilakukan demi penanganan masyarakat terdampak yang tetap harus terpenuhi kebutuhannya.

    Pengiriman dilakukan dengan helikopter beserta empat personel, yakni AKBP Dian Didik Arvianto selaku pilot, IPTU Vidya H. Mangundjaya selaku Copilot, Aipda Sanioko, dan Bripka Kukuh Wahyu.

    “Dalam kondisi itu, pilot Kepolisian Udara harus mengambil keputusan cepat. Di tengah hembusan angin kencang dan jarak pandang terbatas, ia memilih satu-satunya titik yang memungkinkan—sebuah lokasi sempit yang sebenarnya sangat berisiko, namun menjadi harapan terakhir bagi warga yang menunggu pertolongan,” jelas Kadivhumas Polri.

    Ditambahkan Kadivhumas Polri, masyarakat lagsung menghampiri helikopter milik Poludara Baharkam Polri yang melakukan dropping bantuan. Bantuan ini akan disalurkan kembali secara bertahap meski pengiriman menemui berbagai tantangan.

    “Dengan manuver presisi, helikopter ditahan pada ketinggian rendah. Awak udara bersiaga, memastikan paket-paket bantuan jatuh tepat sasaran tanpa membahayakan warga. Keputusan ini bukan tanpa bahaya. Tapi demi saudara-saudara kita yang bertahan di tengah banjir Aceh Tamiang, resiko itu harus diambil. Karena di momen genting seperti ini, keselamatan banyak jiwa jauh lebih penting dari apapun,” ujar Kadivhumas Polri.

  • Kadiv Humas Polri : Helikopter Poludara Baharkam Polri Berhasil Dropping Logistik Bantuan ke Aceh Tamiang

    Kadiv Humas Polri : Helikopter Poludara Baharkam Polri Berhasil Dropping Logistik Bantuan ke Aceh Tamiang

    Kadiv Humas Polri : Helikopter Poludara Baharkam Polri Berhasil Dropping Logistik Bantuan ke Aceh Tamiang

    Personel Polisi Udara Baharkam Polri melakukan pengiriman bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang. Daerah ini menjadi lokasi terdampak yang cukup sulit untuk dilakukan droping batuan melalui jalur udara.

    Kondisi terkini di Aceh Tamiang menunjukan lokasi terdampak yang layak untuk dilakukan pendaratan helikopter untuk droping logistik sangat minim. Sebab, genangan air banjir bandang masih menggenangi sebagian besar daratan.

    “Tidak ada tempat aman untuk melakukan droping bantuan. Seluruh area tergenang, lahan kosong berubah menjadi arus deras, dan titik-titik evakuasi tak lagi dapat dijangkau,” ungkap Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, Sabtu (6/12/25).

    Menurut Kadivhumas Polri, bantuan logistik yang dikirimkan ini akhirnya sampai di Aceh Tamiang dengan dropping penuh risiko. Namun, semua dilakukan demi penanganan masyarakat terdampak yang tetap harus terpenuhi kebutuhannya.

    Pengiriman dilakukan dengan helikopter beserta empat personel, yakni AKBP Dian Didik Arvianto selaku pilot, IPTU Vidya H. Mangundjaya selaku Copilot, Aipda Sanioko, dan Bripka Kukuh Wahyu.

    “Dalam kondisi itu, pilot Kepolisian Udara harus mengambil keputusan cepat. Di tengah hembusan angin kencang dan jarak pandang terbatas, ia memilih satu-satunya titik yang memungkinkan—sebuah lokasi sempit yang sebenarnya sangat berisiko, namun menjadi harapan terakhir bagi warga yang menunggu pertolongan,” jelas Kadivhumas Polri.

    Ditambahkan Kadivhumas Polri, masyarakat lagsung menghampiri helikopter milik Poludara Baharkam Polri yang melakukan dropping bantuan. Bantuan ini akan disalurkan kembali secara bertahap meski pengiriman menemui berbagai tantangan.

    “Dengan manuver presisi, helikopter ditahan pada ketinggian rendah. Awak udara bersiaga, memastikan paket-paket bantuan jatuh tepat sasaran tanpa membahayakan warga. Keputusan ini bukan tanpa bahaya. Tapi demi saudara-saudara kita yang bertahan di tengah banjir Aceh Tamiang, resiko itu harus diambil. Karena di momen genting seperti ini, keselamatan banyak jiwa jauh lebih penting dari apapun,” ujar Kadivhumas Polri.

  • Helikopter Poludara Baharkam Polri Berhasil Dropping Logistik Bantuan ke Aceh Tamiang

    Helikopter Poludara Baharkam Polri Berhasil Dropping Logistik Bantuan ke Aceh Tamiang

    Personel Polisi Udara Baharkam Polri melakukan pengiriman bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang. Daerah ini menjadi lokasi terdampak yang cukup sulit untuk dilakukan droping batuan melalui jalur udara.

    Kondisi terkini di Aceh Tamiang menunjukan lokasi terdampak yang layak untuk dilakukan pendaratan helikopter untuk droping logistik sangat minim. Sebab, genangan air banjir bandang masih menggenangi sebagian besar daratan.

    “Tidak ada tempat aman untuk melakukan droping bantuan. Seluruh area tergenang, lahan kosong berubah menjadi arus deras, dan titik-titik evakuasi tak lagi dapat dijangkau,” ungkap Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, Sabtu (6/12/25).

    Menurut Kadivhumas Polri, bantuan logistik yang dikirimkan ini akhirnya sampai di Aceh Tamiang dengan dropping penuh risiko. Namun, semua dilakukan demi penanganan masyarakat terdampak yang tetap harus terpenuhi kebutuhannya.

    Pengiriman dilakukan dengan helikopter beserta empat personel, yakni AKBP Dian Didik Arvianto selaku pilot, IPTU Vidya H. Mangundjaya selaku Copilot, Aipda Sanioko, dan Bripka Kukuh Wahyu.

    “Dalam kondisi itu, pilot Kepolisian Udara harus mengambil keputusan cepat. Di tengah hembusan angin kencang dan jarak pandang terbatas, ia memilih satu-satunya titik yang memungkinkan—sebuah lokasi sempit yang sebenarnya sangat berisiko, namun menjadi harapan terakhir bagi warga yang menunggu pertolongan,” jelas Kadivhumas Polri.

    Ditambahkan Kadivhumas Polri, masyarakat lagsung menghampiri helikopter milik Poludara Baharkam Polri yang melakukan dropping bantuan. Bantuan ini akan disalurkan kembali secara bertahap meski pengiriman menemui berbagai tantangan.

    “Dengan manuver presisi, helikopter ditahan pada ketinggian rendah. Awak udara bersiaga, memastikan paket-paket bantuan jatuh tepat sasaran tanpa membahayakan warga. Keputusan ini bukan tanpa bahaya. Tapi demi saudara-saudara kita yang bertahan di tengah banjir Aceh Tamiang, resiko itu harus diambil. Karena di momen genting seperti ini, keselamatan banyak jiwa jauh lebih penting dari apapun,” ujar Kadivhumas Polri.

  • Meski Dengan Risiko Pendaratan, Helikopter Poludara Baharkam Polri Berhasil Dropping Logistik Bantuan ke Aceh Tamiang

    Meski Dengan Risiko Pendaratan, Helikopter Poludara Baharkam Polri Berhasil Dropping Logistik Bantuan ke Aceh Tamiang

    Meski Dengan Risiko Pendaratan, Helikopter Poludara Baharkam Polri Berhasil Dropping Logistik Bantuan ke Aceh Tamiang

    Personel Polisi Udara Baharkam Polri melakukan pengiriman bantuan logistik kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang. Daerah ini menjadi lokasi terdampak yang cukup sulit untuk dilakukan droping batuan melalui jalur udara.

    Kondisi terkini di Aceh Tamiang menunjukan lokasi terdampak yang layak untuk dilakukan pendaratan helikopter untuk droping logistik sangat minim. Sebab, genangan air banjir bandang masih menggenangi sebagian besar daratan.

    “Tidak ada tempat aman untuk melakukan droping bantuan. Seluruh area tergenang, lahan kosong berubah menjadi arus deras, dan titik-titik evakuasi tak lagi dapat dijangkau,” ungkap Kadivhumas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho, Sabtu (6/12/25).

    Menurut Kadivhumas Polri, bantuan logistik yang dikirimkan ini akhirnya sampai di Aceh Tamiang dengan dropping penuh risiko. Namun, semua dilakukan demi penanganan masyarakat terdampak yang tetap harus terpenuhi kebutuhannya.

    Pengiriman dilakukan dengan helikopter beserta empat personel, yakni AKBP Dian Didik Arvianto selaku pilot, IPTU Vidya H. Mangundjaya selaku Copilot, Aipda Sanioko, dan Bripka Kukuh Wahyu.

    “Dalam kondisi itu, pilot Kepolisian Udara harus mengambil keputusan cepat. Di tengah hembusan angin kencang dan jarak pandang terbatas, ia memilih satu-satunya titik yang memungkinkan—sebuah lokasi sempit yang sebenarnya sangat berisiko, namun menjadi harapan terakhir bagi warga yang menunggu pertolongan,” jelas Kadivhumas Polri.

    Ditambahkan Kadivhumas Polri, masyarakat lagsung menghampiri helikopter milik Poludara Baharkam Polri yang melakukan dropping bantuan. Bantuan ini akan disalurkan kembali secara bertahap meski pengiriman menemui berbagai tantangan.

    “Dengan manuver presisi, helikopter ditahan pada ketinggian rendah. Awak udara bersiaga, memastikan paket-paket bantuan jatuh tepat sasaran tanpa membahayakan warga. Keputusan ini bukan tanpa bahaya. Tapi demi saudara-saudara kita yang bertahan di tengah banjir Aceh Tamiang, resiko itu harus diambil. Karena di momen genting seperti ini, keselamatan banyak jiwa jauh lebih penting dari apapun,” ujar Kadivhumas Polri.

  • Bhara Daksa Akpol 91 Kirim Bantuan ke Korban Bencana Sumatera

    Bhara Daksa Akpol 91 Kirim Bantuan ke Korban Bencana Sumatera

    Bhara Daksa Akpol 91 Kirim Bantuan ke Korban Bencana Sumatera

     

    Ikut arahan Kapolri, alumni Akpol 1991 kirim bantuan ke Sumatera
    Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 yang tergabung dalam Paguyuban Akpol 91 Bhara Daksa berfoto di depan bantuan yang akan dikirimkan ke daerah Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana pada Rabu (3/12/2025). (ANTARA/HO-Paguyuban Akpol 91 Bhara Daksa)

    Jakarta (ANTARA) – Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 yang tergabung dalam Paguyuban Akpol 91 Bhara Daksa mengirimkan bantuan bagi korban bencana di Sumatera mengikuti arahan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk bergotong royong memberikan bantuan.

    “Kami menjalankan perintah Kapolri untuk bahu-membahu membantu masyarakat terdampak. Ini adalah tugas kemanusiaan yang menjadi perhatian bersama,” kata Ketua Paguyuban Akpol 91 Bhara Daksa Komjen Pol. Mohammad Iqbal yang saat ini menjabat sebagai Sekjen DPD RI di Jakarta, Kamis.

    Iqbal mengatakan, bantuan yang dikirim meliputi handuk, selimut, popok bayi berbagai ukuran, makanan cepat saji, dan mie instan dengan total berat lebih dari 6,4 ton.

    Bantuan tersebut akan didistribusikan ke sejumlah daerah terdampak di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh.

    “Bantuan ini uluran tangan dari para alumni dan istri sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera. Kami bergerak cepat untuk memastikan bantuan sampai ke lokasi yang paling membutuhkan,” ucapnya.

    Adapun barang-barang tersebut telah dikemas dan dikirim melalui koordinasi dengan Korpolairud Baharkam Polri, Bareskrim Polri, dan Itwasum Polri menggunakan pesawat kargo pada Kamis ini.

    Nantinya, Kapolda Sumut, Kapolda Sumbar, dan Kapolda Aceh akan menerima serta menginventarisasi bantuan ini untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Iqbal memastikan distribusi bantuan akan diprioritaskan ke wilayah-wilayah yang paling parah terdampak bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor.

    “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kesulitan yang dihadapi masyarakat sekaligus menguatkan semangat mereka untuk pulih,” ucapnya.

    Adapun para perwira tinggi Polri yang merupakan bagian angkatan Akpol 91, di antaranya Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Irwasum Polri Komjen Pol. Wahyu Widada, Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono, Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Komjen Polm Fadil Imran, dan Kakorpolairud Irjen Pol. R. Firdaus Kurniawan.

     

  • AKPOL 91 Baksos: Lebih dari 6,4 Ton Bantuan Disalurkan untuk Korban Bencana di Sumatera

    AKPOL 91 Baksos: Lebih dari 6,4 Ton Bantuan Disalurkan untuk Korban Bencana di Sumatera

    AKPOL 91 Baksos: Lebih dari 6,4 Ton Bantuan Disalurkan untuk Korban Bencana di Sumatera

     

    Ikut arahan Kapolri, alumni Akpol 1991 kirim bantuan ke Sumatera
    Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 yang tergabung dalam Paguyuban Akpol 91 Bhara Daksa berfoto di depan bantuan yang akan dikirimkan ke daerah Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana pada Rabu (3/12/2025). (ANTARA/HO-Paguyuban Akpol 91 Bhara Daksa)

    Jakarta (ANTARA) – Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 yang tergabung dalam Paguyuban Akpol 91 Bhara Daksa mengirimkan bantuan bagi korban bencana di Sumatera mengikuti arahan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk bergotong royong memberikan bantuan.

    “Kami menjalankan perintah Kapolri untuk bahu-membahu membantu masyarakat terdampak. Ini adalah tugas kemanusiaan yang menjadi perhatian bersama,” kata Ketua Paguyuban Akpol 91 Bhara Daksa Komjen Pol. Mohammad Iqbal yang saat ini menjabat sebagai Sekjen DPD RI di Jakarta, Kamis.

    Iqbal mengatakan, bantuan yang dikirim meliputi handuk, selimut, popok bayi berbagai ukuran, makanan cepat saji, dan mie instan dengan total berat lebih dari 6,4 ton.

    Bantuan tersebut akan didistribusikan ke sejumlah daerah terdampak di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh.

    “Bantuan ini uluran tangan dari para alumni dan istri sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera. Kami bergerak cepat untuk memastikan bantuan sampai ke lokasi yang paling membutuhkan,” ucapnya.

    Adapun barang-barang tersebut telah dikemas dan dikirim melalui koordinasi dengan Korpolairud Baharkam Polri, Bareskrim Polri, dan Itwasum Polri menggunakan pesawat kargo pada Kamis ini.

    Nantinya, Kapolda Sumut, Kapolda Sumbar, dan Kapolda Aceh akan menerima serta menginventarisasi bantuan ini untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Iqbal memastikan distribusi bantuan akan diprioritaskan ke wilayah-wilayah yang paling parah terdampak bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor.

    “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan kesulitan yang dihadapi masyarakat sekaligus menguatkan semangat mereka untuk pulih,” ucapnya.

    Adapun para perwira tinggi Polri yang merupakan bagian angkatan Akpol 91, di antaranya Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Irwasum Polri Komjen Pol. Wahyu Widada, Kabareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono, Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Komjen Polm Fadil Imran, dan Kakorpolairud Irjen Pol. R. Firdaus Kurniawan.

     

  • Berikan Pelayanan Terbaik Polda Metro kerahkan 1.600 personel saat perayaan Natal GTI di GBK

    Berikan Pelayanan Terbaik Polda Metro kerahkan 1.600 personel saat perayaan Natal GTI di GBK

    Berikan Pelayanan Terbaik Polda Metro kerahkan 1.600 personel saat perayaan Natal GTI di GBK

     

    Polisi kerahkan 1.600 personel saat perayaan Natal GTI di GBK
    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Senin (1/12/2025). ANTARA/Ilham Kausar

    Jakarta (ANTARA) – Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 1.600 personel gabungan untuk mendukung kelancaran Perayaan Natal Gereja Tiberias Indonesia (GTI) yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Sabtu (6/12).

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan bahwa seluruh personel diterjunkan untuk memberikan pelayanan terbaik, mulai dari layanan informasi, penyeberangan, pengaturan lalu lintas, hingga layanan kesehatan.

    “Fokus kami adalah memberikan pelayanan yang ramah dan mudah diakses oleh seluruh jemaat agar mereka dapat beribadah dengan nyaman,” kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

    Personel gabungan yang dikerahkan itu melibatkan unsur Polri, TNI, Pemprov DKI Jakarta, tenaga medis, hingga relawan. “Petugas ditempatkan di titik keramaian dan pintu masuk untuk membantu jemaat, termasuk lansia dan keluarga dengan anak kecil,” ujarnya.

    Baca juga: Kapolda Metro Jaya minta antisipasi kejahatan sejak dini saat Nataru

    Budi pun mengimbau kepada para jemaat untuk datang lebih awal sebelum acara dimulai, pos pelayanan terpadu juga telah disiapkan bagi yang membutuhkan.

    Dia meminta dukungan masyarakat untuk ikut menjaga suasana kondusif selama kegiatan berlangsung serta menyampaikan permohonan maaf bila aktivitas warga sempat terdampak.

    “Apabila terdapat penyesuaian lalu lintas, kami mohon maaf sebesar-besarnya. Semua dilakukan demi kelancaran kegiatan tersebut. Kami juga mengimbau masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan,” katanya.

    Ia berharap perayaan Natal dapat berlangsung damai, penuh sukacita, dan menjadi momen kebersamaan bagi seluruh umat dan mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga keamanan Ibu Kota.

    “Bila melihat atau mengalami hal yang berpotensi mengganggu keamanan, silakan segera hubungi Call Center Polri 110. Layanan ini gratis dan aktif 24 jam,” kata Budi.

    Berdasarkan informasi dari akun resmi instagram Gereja Tiberias Indonesia @gti.tiberias, acara akan dimulai pada pukul 18.00 WIB (14.00 WIB pintu dibuka) di Stadion Utama GBK.

  • Untitled post 49

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Mengucapkan Selamat Hari Artileri Nasional

     

    Dalam rangka memperingati Hari Artileri Nasional yang jatuh pada tanggal 4 Desember 2025, Kabidhumas Polda Metro Jaya bersama seluruh staf dan jajaran Bidang Humas secara resmi menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh prajurit Artileri TNI yang telah berdedikasi dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., mengungkapkan bahwa peringatan Hari Artileri bukan hanya menjadi momentum bagi TNI, tetapi juga bagi seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan kembali peran strategis Artileri sebagai garda pertahanan yang selalu siap melindungi tanah air.

    “Selamat Hari Artileri Nasional. Semoga seluruh prajurit Artileri TNI terus diberikan kesehatan, kekuatan, serta profesionalisme dalam setiap penugasan. Kontribusi Artileri selama ini sangat terasa dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas negara,” ujar Kabidhumas.

    Sinergi TNI–Polri Terus Diperkuat

    Polda Metro Jaya menegaskan bahwa soliditas TNI dan Polri merupakan fondasi penting dalam menjaga keamanan nasional, terutama di tengah dinamika tantangan keamanan yang terus berkembang. Bidang Humas, sebagai garda komunikasi publik Polri, juga terus berkolaborasi dengan berbagai satuan TNI dalam menyampaikan informasi positif, menjaga suasana kondusif, dan memperkuat kepercayaan masyarakat.

    Kombes Pol. Budi Hermanto menambahkan bahwa kerja sama antara TNI dan Polri tidak hanya terlihat dalam operasi pengamanan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, sosial, hingga pelayanan masyarakat. Peringatan Hari Artileri pun menjadi wujud keharmonisan hubungan kedua institusi negara yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga Indonesia. Menghormati Pengabdian Para Prajurit Artileri
    Artileri TNI dikenal dengan kecakapan, ketepatan, dan kekuatan tempur yang menjadi penopang pertahanan nasional. Dari garis depan hingga berbagai latihan kesiapsiagaan, peran Artileri selalu menghadirkan efek deterens yang kuat untuk menjaga keutuhan NKRI.

    Polda Metro Jaya dalam pernyataannya menyampaikan rasa hormat kepada para prajurit Artileri yang terus menjaga semangat juang, disiplin, dan loyalitas tanpa batas kepada bangsa dan negara.

    “Kami menghargai setiap tetes keringat dan dedikasi prajurit Artileri. Semoga semangat juang dan patriotisme yang diwariskan para pendahulu terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.”